Keunikan Tas Dari Bahan Daur Ulang

Memiliki tas merupakan hal yang biasa bagi setiap orang karena tas memiliki kegunaan yang sama dan berguna untuk kegiatan sehari-hari yaitu untuk membawa barang. Namun, tas memiliki model dan jenis tersendiri yang setiap jenis memiliki kegunaan yang berbeda dan salah satunya adalah tas fashion.

Jenis tas ini tidak hanya dipergunakan untuk membawa atau menyimpan suatu barang namun juga dipergunakan untuk menunjang penampilan atau sebagai aksesoris fashion. Jika biasa tas terbuat dari kulit atau bahan seperti suade, namun Anda dapat memiliki tas dari bahan daur ulang.

Pertama adalah tas dari Eleven Hadicraft. Tas yang dibangun dari bisnis UKM yang didirikan oleh Riska di Jl. Monjali Sleman ini telah dirintis sejak tahun 2010. Sebagai pebisnis, Riska menggunakan bahan-bahan bekas seperti tas plastik, koran, majalah, tabloid bekas atau bungkus makanan serta manik-manik yang diproduksi dan diolah menjadi sebuah tas yang cantik untuk menunjang penampilan. Eleven Handicraft membuat tas daur ulang dari berbagai ukuran mulai dari yang kecil hingga besar.

Kedua adalah tas yang dibuat oleh Vivienne. Kerjasama antara PPB dan Yoox.com di tahun 2011, menghadirkan fashion show yang memperkenalkan tas fashion daur ulang dalam sebuah misi kampanye yang bertema Save The World. Program acara tersebut dikatakan oleh Vivienne dapat memberikan lapangan pekerjaan pada warga Nairobi. Vivienne membuat tas tersebut dari sampah selain tidak hanya untuk mengurangi dampak dari global warming namun juga dapat meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat yang ada di Afrika.

Ketiga adalah tas untuk fashion yang terbuat dari sak semen. Tempat semen yang biasanya hanya terbuang percuma tersebut diolah dan dijadikan sebuah tas yang keren oleh Vania Santoso dan teman-temannya. Dari hasil pembuatan tas tersebut, Vania dan timnya berhasil memperoleh penghargaan di In craft (Jakarta International Handicraft Trade Fair) Award 2015 yang diadakan di Jakarta Convention Center pada 10 April 2015 untuk jenis Emerging Product atau penghargaan produk berkembang.

Tas yang dibuat oleh Vania yang juga merupakan CEO dari AV Peduli tersebut menggunakan metode pewarnaan dengan menggunakan pewarna alami dan dibuat sehingga dapat tahan air. Salah satu rahasianya adalah tas fashion sak semen tersebut menggunakan getah pinus dan agar terlihat mengkilap, tas tersebut dilapisi dengan menggunakan pernis.

Tas dari AV Peduli tersebut terdapat 2 pilihan jenis yaitu tas yang pure atau 100% dari sak semen, atau tas yang merupakan hasil kombinasi dari sak semen dengan bahan material lainnya seperti kulit. Vania dan Agnes yang merupakan kakaknya pertama kali memulai karena kepeduliannya terhadap lingkungan dan kemudian berkembang dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya termasuk barang seperti sak semen untuk diolah dan menjadi hasil kerajinan yang bernilai tinggi.

Verawati

Back to top